Ibnu Qoyyim Al Jauziyah mengatakan bahwa ada sepuluh hal yang tidak bermanfaat.
Pertama: memiliki ilmu namun tidak diamalkan.
Kedua: beramal namun tidak ikhlash dan tidak mengikuti tuntunan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ketiga: memiliki harta namun enggan untuk menginfakkan. Harta tersebut tidak digunakan untuk hal yang bermanfaat di dunia dan juga tidak diutamakan untuk kepentingan akhirat.
Keempat: hati yang kosong dari cinta dan rindu pada Allah.
Kelima: badan yang lalai dari taat dan mengabdi pada Allah.
Keenam: cinta yang di dalamnya tidak ada ridho dari yang dicintai dan cinta yang tidak mau patuh pada perintah-Nya.
Ketujuh: waktu yang tidak diisi dengan kebaikan dan pendekatan diri pada Allah.
Kedelapan: pikiran yang selalu berputar pada hal yang tidak bermanfaat.
Kesembilan: pekerjaan yang tidak membuatmu semakin mengabdi pada Allah dan juga tidak memperbaiki urusan duniamu.
Kesepuluh: rasa takut dan rasa harap pada makhluk yang dia sendiri berada pada genggaman Allah. Makhluk tersebut tidak dapat melepaskan bahaya dan mendatangkan manfaat pada dirinya, juga tidak dapat
Labels
- Alz Vha (12)
- coretan tinta by Eriva vha (1)
- eriva vha (4)
- friends :) (6)
- hadist (4)
- islam tercinta (34)
- kucing (9)
- midwifery :) (8)
- mixing :D (5)
- my favorite song (24)
- my task (4)
- the beauty (5)
- vha Galery (8)
Renungan tentang akhir dari kehiupan kita di dunia
"dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh" (Qur'an Surah An-Niisa:78)
"tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan [yang sebenar-benarnya]. dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan" (Qur'an Surah Al-Anbiya:35)
adapun orang yang mengenal Tuhannya maka dia selalu mengingat kematian, dia memegang wasiat dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Beliau bersabda "perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan yaitu Mati" (Riwayat Tirmidzi)
dari Ibnu Umar. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah bersabda "ada seorang lelaki dari kaum Anshor datang dan mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam lalu mereka berkata 'Wahai Rasulullah orang mu'min yang manakah yang paling baik ?' lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjawab 'yaitu orang mu'min yang paling baik akhlaknya' mereka kembali bertanya 'Wahai Rasulullah, orang mu'min manakah yang paling cerdas' lalu Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjawab 'orang mu'min yang paling banyak mengingat kematian dan orang yang paling siap menghadapi masa selanjutnya, mereka itulah orang yang cerdas'" (Riwayat Ibnu Majah)
oleh karena itu wajib bagi setiap Muslim untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian sebelum ajal datang menjemput, salah satunya dengan beramal shaleh.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman "hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu; lalu ia berkata 'ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan [kematian] ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh ?'" (Qur'an Surah Al Munafiqun:9-10)
dalam kaitannya dengan persiapan menuju kematian Rasulullah mengajarkan agar kita benar-benar serius mempersiapkannya seperti dalam hadits dari Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dibawah ini :
dari Ibnu Umar berkata, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam memegang pundak aku lalu Beliau bersabda "jadilah di dunia ini seakan-akan engkau orang asing atau orang yang sedang mengadakan perjalanan" dan Ibnu Umar berkata "apabila engkau berada di waktu pagi maka janganlah engkau menunggu waktu sore dan jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah engkau menunggu waktu pagi, dan manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datangnya rasa sakit dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang kematian" (Riwayat Al Bukhari, Shahih)
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah bersabda "dan anggaplah dirimu sebagai penghuni kubur, sebab engkau, wahai hamba Allah tidak mengetahui siapakah namamu pada esok harinya" (Riwayat Tirmidzi)
untuk itulah kita sebagai hamba Allah jangan tenggelam dalam kehidupan dunia, tercebur dalam syahwat, dan kelezatannya yang dapat menjadikan hati kalian lalai terhadap kematian dan jika mengingatnya maka dia membenci bahkan berusaha sekuat tenaga untuk menghindar dari kematian. padahal Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah berfirman "Katakanlah : sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada [Allah] yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan [semasa di dunia]" (Qur'an Surah Al Jum'ah:8)
Senyum itu sehat :)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda "senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau berbuat ma'ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu lalu duri dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah" (Riwayat Tirmidzi)
selain sebagai sedekah, beberapa penelitian membuktikan bahwa senyuman ternyata juga memberi manfaat positif bagi kesehatan. berikut ini beberapa manfaat tersenyum bagi kesehatan :
1. senyum yang ikhlas tanpa paksaan dapat menghindarkan diri dari penyakit kardiovaskuler. senyum sebanyak 20 kali dan setiap senyuman itu berdurasi 20 detik dpat menghasilkan beta endorphin dalam otak, yang berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan juga merangsang gerak jantung lebih cepat.
2. menimbulkan efek relaksasi, perasaan bahagia dan dan menurunkan stres di dalam tubuh. senyum dapat mencegah timbulnya sembelit (susah buang air besar), dimana ketika pada pagi hari gerak peristaltik usus masih lambat ketika seseorang tersenyum akan dapat merangsang gerak usus akibat dari kontraksi otot perut.
3. ketika seseorang tersenyum akan merileksasikan otot sehingga dapat mereduksi pengeluaran kalium lebih banyak. fungsi kalium adalah meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kotraksi otot dan membantu tekanan darah.
oleh karena itu, kebiasaan memberi senyuman dengan ikhlas, bukan saja akan bernilai sedekah namun juga menjadi jalan untuk memperoleh kondisi kesehatan yang lebih baik. bukankah Rasulullah juga seorang pribadi yang suka menebar senyum ?
dari Aisya Radhiyallahu Anha mengungkapkan, "aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah" (Riwayat Tirmidzi) .
dari Aisyah Radhiiyallahu Anha mengungkapkan, ”Adalah Rasulullah ketika bersama istri-istrinya merupakan seorang suami yang paling luwes dan semulia-mulia manusia yang dipenuhi dengan gelak tawa dan senyum simpul” (Riwayat Ibnu Asakir)
minum ala Rosulullah Saw
dari Tsumamah bin Abdullah. "dahulu Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu pernah bernafas di dalam bejana [gelas] dua kali atau tiga kali, dan dia mengira Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah melakukan itu" (Riwayat Bukhari). dari Abu Qatadah dan bapaknya, Rasulullah bersabda "apabilasalah seorang diantara kalian minum, maka janganlah ia bernafas di bejana [gelas], dan jika salah seorang dari kalian kencing maka janganlah ia memegang dzakar [kemaluannya] dengan tangan kanannya, jika membersihkan maka jangan membersihkan dengan tangan kanannya" (Riwayat Bukhari no. 5630)
para pakar kontemporer juga telah berusaha meneliti hikmah atas larangan tersebut. mereka mengatakan, "ini adalah petunjuk yang indah yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dalam menyempurnakan akhlak. dan apabila makan atau minum kemudian terpecik ludah keluar dari mulut kita, maka hal itu merupakan kekurangnya sopan santun kita, dan sebab munculnya sikap meremehkan atau penghinaan. dan Rasulullah adalah penghulunya seluruh orang-orang yang santun dan pemimpinnya seluruh para pendidik"
bernafas adalah aktivitas menghirup dan mengeluarkan udara. dalam proses ini udara yang bersih lagi penuh dengan oksigen dimasukkan ke dalam paru-paru sehingga tubuh bisa beraktivitas sebagaimana mestinya, dan menghembuskan nafas sehingga udara yang penuh dengan gas karbon dan sedikit oksigen, serta sebagian sisa-sisa tubuh yang beterbangan di dalam tubuh dapat keluar melalui kedua paru-paru dalam bentuk gas. gas-gas yang dihembuskan mengandung sejumlah penyakit. oleh karena itu, salah satu hikmah yang agung dari larangan Rasulullah bernafas ketika minum adalah untuk menghindari tersebarnya berbagai penyakit. selain itu, sebagaimana sudah kita ketahui, seseorang yang minum satu gelas dalam satu kali minuman akan memaksa dirinya untuk menutup / menahan nafas hingga selesai minum. hal ini akan menyebabkan jalur yang dilalui air dan makanan serta jalan yang dilalui udara akan saling bertabrakan. hal ini akan berpengaruh buruk pada kedua dinding paru-paru.
apabila seseorang membiasakan diri minum dengan menghabiskan air dalam satu kali tenggakan, paru-paru akan menyempit dan nafasnya akan berat. dampaknya kedua paru-parunya akan menekan jantung sehingga mengalami gagal jantung, kemudian membalik ke hati maka hati akan membengkak, kemudian sekujur tubur akan menggembur. oleh karena itu, sungguh sangat mulia ajaran dari Rasulullah agar kita meminum air seteguk demi seteguk [antara dua tegukkan dijeda dengan nafas], dan meminum air satu gelas dengan tiga kali tegukkan. sebab hal ini lebih memuaskan rasa dahaga dan lebih menyehatkan tubuh.
Hadits-hadits keutamaan senyum
1. Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
2. Dari Jarir bin Abdillah ra dia berkata,
“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Saw tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i ra dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Tirmidzi)
4. Jabir bin Samurah ra berkata, ia menceritakan tentang kebiasaan Rasulullah Saw, “Beliau biasanya tidak berdiri dari tempat shalat di mana beliau shalat shubuh padanya kecuali setelah terbit matahari. Apabila matahari telah terbit barulah beliau berdiri. Sementara itu para sahabat bercakap-cakap membicarakan kejadian di masa jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan beliau hanya tersenyum.” (HR. Muslim).
5. Dari Abu Dzarr ra dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. Tirmidzi)
6. Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria." (HR. Muslim).
sumber :http://www.facebook.com/KH.Abdullah.Gymnastiar
2. Dari Jarir bin Abdillah ra dia berkata,
“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Saw tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i ra dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Tirmidzi)
4. Jabir bin Samurah ra berkata, ia menceritakan tentang kebiasaan Rasulullah Saw, “Beliau biasanya tidak berdiri dari tempat shalat di mana beliau shalat shubuh padanya kecuali setelah terbit matahari. Apabila matahari telah terbit barulah beliau berdiri. Sementara itu para sahabat bercakap-cakap membicarakan kejadian di masa jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan beliau hanya tersenyum.” (HR. Muslim).
5. Dari Abu Dzarr ra dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. Tirmidzi)
6. Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria." (HR. Muslim).
sumber :http://www.facebook.com/KH.Abdullah.Gymnastiar
Subscribe to:
Posts (Atom)
page views
Monday, July 23, 2012
10 HAL YG TIDAK BERMANFAAT
Ibnu Qoyyim Al Jauziyah mengatakan bahwa ada sepuluh hal yang tidak bermanfaat.
Pertama: memiliki ilmu namun tidak diamalkan.
Kedua: beramal namun tidak ikhlash dan tidak mengikuti tuntunan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ketiga: memiliki harta namun enggan untuk menginfakkan. Harta tersebut tidak digunakan untuk hal yang bermanfaat di dunia dan juga tidak diutamakan untuk kepentingan akhirat.
Keempat: hati yang kosong dari cinta dan rindu pada Allah.
Kelima: badan yang lalai dari taat dan mengabdi pada Allah.
Keenam: cinta yang di dalamnya tidak ada ridho dari yang dicintai dan cinta yang tidak mau patuh pada perintah-Nya.
Ketujuh: waktu yang tidak diisi dengan kebaikan dan pendekatan diri pada Allah.
Kedelapan: pikiran yang selalu berputar pada hal yang tidak bermanfaat.
Kesembilan: pekerjaan yang tidak membuatmu semakin mengabdi pada Allah dan juga tidak memperbaiki urusan duniamu.
Kesepuluh: rasa takut dan rasa harap pada makhluk yang dia sendiri berada pada genggaman Allah. Makhluk tersebut tidak dapat melepaskan bahaya dan mendatangkan manfaat pada dirinya, juga tidak dapat
Pertama: memiliki ilmu namun tidak diamalkan.
Kedua: beramal namun tidak ikhlash dan tidak mengikuti tuntunan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ketiga: memiliki harta namun enggan untuk menginfakkan. Harta tersebut tidak digunakan untuk hal yang bermanfaat di dunia dan juga tidak diutamakan untuk kepentingan akhirat.
Keempat: hati yang kosong dari cinta dan rindu pada Allah.
Kelima: badan yang lalai dari taat dan mengabdi pada Allah.
Keenam: cinta yang di dalamnya tidak ada ridho dari yang dicintai dan cinta yang tidak mau patuh pada perintah-Nya.
Ketujuh: waktu yang tidak diisi dengan kebaikan dan pendekatan diri pada Allah.
Kedelapan: pikiran yang selalu berputar pada hal yang tidak bermanfaat.
Kesembilan: pekerjaan yang tidak membuatmu semakin mengabdi pada Allah dan juga tidak memperbaiki urusan duniamu.
Kesepuluh: rasa takut dan rasa harap pada makhluk yang dia sendiri berada pada genggaman Allah. Makhluk tersebut tidak dapat melepaskan bahaya dan mendatangkan manfaat pada dirinya, juga tidak dapat
Categories
islam tercinta
Renungan tentang akhir dari kehiupan kita di dunia
"dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh" (Qur'an Surah An-Niisa:78)
"tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan [yang sebenar-benarnya]. dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan" (Qur'an Surah Al-Anbiya:35)
adapun orang yang mengenal Tuhannya maka dia selalu mengingat kematian, dia memegang wasiat dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Beliau bersabda "perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan yaitu Mati" (Riwayat Tirmidzi)
dari Ibnu Umar. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah bersabda "ada seorang lelaki dari kaum Anshor datang dan mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam lalu mereka berkata 'Wahai Rasulullah orang mu'min yang manakah yang paling baik ?' lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjawab 'yaitu orang mu'min yang paling baik akhlaknya' mereka kembali bertanya 'Wahai Rasulullah, orang mu'min manakah yang paling cerdas' lalu Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjawab 'orang mu'min yang paling banyak mengingat kematian dan orang yang paling siap menghadapi masa selanjutnya, mereka itulah orang yang cerdas'" (Riwayat Ibnu Majah)
oleh karena itu wajib bagi setiap Muslim untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian sebelum ajal datang menjemput, salah satunya dengan beramal shaleh.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman "hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu; lalu ia berkata 'ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan [kematian] ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh ?'" (Qur'an Surah Al Munafiqun:9-10)
dalam kaitannya dengan persiapan menuju kematian Rasulullah mengajarkan agar kita benar-benar serius mempersiapkannya seperti dalam hadits dari Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dibawah ini :
dari Ibnu Umar berkata, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam memegang pundak aku lalu Beliau bersabda "jadilah di dunia ini seakan-akan engkau orang asing atau orang yang sedang mengadakan perjalanan" dan Ibnu Umar berkata "apabila engkau berada di waktu pagi maka janganlah engkau menunggu waktu sore dan jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah engkau menunggu waktu pagi, dan manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datangnya rasa sakit dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang kematian" (Riwayat Al Bukhari, Shahih)
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah bersabda "dan anggaplah dirimu sebagai penghuni kubur, sebab engkau, wahai hamba Allah tidak mengetahui siapakah namamu pada esok harinya" (Riwayat Tirmidzi)
untuk itulah kita sebagai hamba Allah jangan tenggelam dalam kehidupan dunia, tercebur dalam syahwat, dan kelezatannya yang dapat menjadikan hati kalian lalai terhadap kematian dan jika mengingatnya maka dia membenci bahkan berusaha sekuat tenaga untuk menghindar dari kematian. padahal Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah berfirman "Katakanlah : sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada [Allah] yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan [semasa di dunia]" (Qur'an Surah Al Jum'ah:8)
Categories
islam tercinta
Senyum itu sehat :)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda "senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau berbuat ma'ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu lalu duri dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah" (Riwayat Tirmidzi)
selain sebagai sedekah, beberapa penelitian membuktikan bahwa senyuman ternyata juga memberi manfaat positif bagi kesehatan. berikut ini beberapa manfaat tersenyum bagi kesehatan :
1. senyum yang ikhlas tanpa paksaan dapat menghindarkan diri dari penyakit kardiovaskuler. senyum sebanyak 20 kali dan setiap senyuman itu berdurasi 20 detik dpat menghasilkan beta endorphin dalam otak, yang berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan juga merangsang gerak jantung lebih cepat.
2. menimbulkan efek relaksasi, perasaan bahagia dan dan menurunkan stres di dalam tubuh. senyum dapat mencegah timbulnya sembelit (susah buang air besar), dimana ketika pada pagi hari gerak peristaltik usus masih lambat ketika seseorang tersenyum akan dapat merangsang gerak usus akibat dari kontraksi otot perut.
3. ketika seseorang tersenyum akan merileksasikan otot sehingga dapat mereduksi pengeluaran kalium lebih banyak. fungsi kalium adalah meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kotraksi otot dan membantu tekanan darah.
oleh karena itu, kebiasaan memberi senyuman dengan ikhlas, bukan saja akan bernilai sedekah namun juga menjadi jalan untuk memperoleh kondisi kesehatan yang lebih baik. bukankah Rasulullah juga seorang pribadi yang suka menebar senyum ?
dari Aisya Radhiyallahu Anha mengungkapkan, "aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah" (Riwayat Tirmidzi) .
dari Aisyah Radhiiyallahu Anha mengungkapkan, ”Adalah Rasulullah ketika bersama istri-istrinya merupakan seorang suami yang paling luwes dan semulia-mulia manusia yang dipenuhi dengan gelak tawa dan senyum simpul” (Riwayat Ibnu Asakir)
Categories
islam tercinta
minum ala Rosulullah Saw
dari Tsumamah bin Abdullah. "dahulu Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu pernah bernafas di dalam bejana [gelas] dua kali atau tiga kali, dan dia mengira Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah melakukan itu" (Riwayat Bukhari). dari Abu Qatadah dan bapaknya, Rasulullah bersabda "apabilasalah seorang diantara kalian minum, maka janganlah ia bernafas di bejana [gelas], dan jika salah seorang dari kalian kencing maka janganlah ia memegang dzakar [kemaluannya] dengan tangan kanannya, jika membersihkan maka jangan membersihkan dengan tangan kanannya" (Riwayat Bukhari no. 5630)
para pakar kontemporer juga telah berusaha meneliti hikmah atas larangan tersebut. mereka mengatakan, "ini adalah petunjuk yang indah yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dalam menyempurnakan akhlak. dan apabila makan atau minum kemudian terpecik ludah keluar dari mulut kita, maka hal itu merupakan kekurangnya sopan santun kita, dan sebab munculnya sikap meremehkan atau penghinaan. dan Rasulullah adalah penghulunya seluruh orang-orang yang santun dan pemimpinnya seluruh para pendidik"
bernafas adalah aktivitas menghirup dan mengeluarkan udara. dalam proses ini udara yang bersih lagi penuh dengan oksigen dimasukkan ke dalam paru-paru sehingga tubuh bisa beraktivitas sebagaimana mestinya, dan menghembuskan nafas sehingga udara yang penuh dengan gas karbon dan sedikit oksigen, serta sebagian sisa-sisa tubuh yang beterbangan di dalam tubuh dapat keluar melalui kedua paru-paru dalam bentuk gas. gas-gas yang dihembuskan mengandung sejumlah penyakit. oleh karena itu, salah satu hikmah yang agung dari larangan Rasulullah bernafas ketika minum adalah untuk menghindari tersebarnya berbagai penyakit. selain itu, sebagaimana sudah kita ketahui, seseorang yang minum satu gelas dalam satu kali minuman akan memaksa dirinya untuk menutup / menahan nafas hingga selesai minum. hal ini akan menyebabkan jalur yang dilalui air dan makanan serta jalan yang dilalui udara akan saling bertabrakan. hal ini akan berpengaruh buruk pada kedua dinding paru-paru.
apabila seseorang membiasakan diri minum dengan menghabiskan air dalam satu kali tenggakan, paru-paru akan menyempit dan nafasnya akan berat. dampaknya kedua paru-parunya akan menekan jantung sehingga mengalami gagal jantung, kemudian membalik ke hati maka hati akan membengkak, kemudian sekujur tubur akan menggembur. oleh karena itu, sungguh sangat mulia ajaran dari Rasulullah agar kita meminum air seteguk demi seteguk [antara dua tegukkan dijeda dengan nafas], dan meminum air satu gelas dengan tiga kali tegukkan. sebab hal ini lebih memuaskan rasa dahaga dan lebih menyehatkan tubuh.
Categories
islam tercinta
Hadits-hadits keutamaan senyum
1. Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
2. Dari Jarir bin Abdillah ra dia berkata,
“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Saw tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i ra dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Tirmidzi)
4. Jabir bin Samurah ra berkata, ia menceritakan tentang kebiasaan Rasulullah Saw, “Beliau biasanya tidak berdiri dari tempat shalat di mana beliau shalat shubuh padanya kecuali setelah terbit matahari. Apabila matahari telah terbit barulah beliau berdiri. Sementara itu para sahabat bercakap-cakap membicarakan kejadian di masa jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan beliau hanya tersenyum.” (HR. Muslim).
5. Dari Abu Dzarr ra dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. Tirmidzi)
6. Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria." (HR. Muslim).
sumber :http://www.facebook.com/KH.Abdullah.Gymnastiar
2. Dari Jarir bin Abdillah ra dia berkata,
“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Saw tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i ra dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Tirmidzi)
4. Jabir bin Samurah ra berkata, ia menceritakan tentang kebiasaan Rasulullah Saw, “Beliau biasanya tidak berdiri dari tempat shalat di mana beliau shalat shubuh padanya kecuali setelah terbit matahari. Apabila matahari telah terbit barulah beliau berdiri. Sementara itu para sahabat bercakap-cakap membicarakan kejadian di masa jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan beliau hanya tersenyum.” (HR. Muslim).
5. Dari Abu Dzarr ra dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. Tirmidzi)
6. Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria." (HR. Muslim).
sumber :http://www.facebook.com/KH.Abdullah.Gymnastiar
Categories
hadist
Subscribe to:
Posts (Atom)